Menu Close

Harmoni

0Shares

Setiap individu membawa nadanya masing-masing untuk dibawa kemana saja mereka berada, secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja. Pertemuan tiap individu ini tentu akan menghasilkan suatu harmoni, walaupun kadang pertemuan nada tersebut juga malah menghasilkan disonansi.

Harmoni dalam lantunan musik yang kita dengar tentu membawa kesan bahwa hal tersebut adalah suatu bentuk kesatuan yang selaras sehingga dapat menghasilkan nada-nada ataupun suara yang dapat kita dengar begitu indah. Apabila harmoni juga terjadi dalam suatu perkumpulan atau komunitas, tentu tidak berbeda pula dengan musik, output yang akan ada tentu akan selaras dengan maksud mencapai keindahan itu.

Output yang muncul bisa berupa kemaslahatan bersama, kebaikan, kemanfaatan, kerukunan, dan hal lain yang juga bersentuhan dengan keindahan. Kesadaran akan nada yang kita bawa masing-masing, tentu akan sangat penting dalam penempatan diri sebagai salah satu unsur harmoni yang sedang berlangsung.

Hal ini pun dapat pula kita perluas dan persempit, bahwa harmoni juga bisa terjadi dalam skala besar atau malah dalam skala kecil yaitu diri sendiri. Kita perlu pahami juga bagaimana kita mengolah segala nada yang kita temui, entah itu yang kita bawa sendiri atau yang sudah ada di luar diri kita.

Kondisi sekarang yang sangat banyak terjadi disonansi dalam berbagai skala, bisa jadi karena tidak mengetahui dirinya sebagai nada apa, yang akhirnya tidak dapat menempatkan diri sebagaimana fungsinya dan malah merusak atau menjadikan fals bahkan noise dalam suatu harmoni yang ada. Maka dari itu, sangat penting untuk kita mencoba menganalisis diri agar menemukan dan memahami bahwa kita diciptakan Tuhan membawa nada apa, agar kita dapat memposisikan diri sebagai suatu kesatuan nada yang utuh dan selaras yang bertujuan mencapai keindahan bersama sebagai harmoni.

Alan Fatoni

Tulisan terkait