Menu Close

Ndhedher Kautaman

0Shares

Jadi, ndhedher itu proses yang dilakukan beberapa langkah sebelum nandhur. Ndhedher dalam bahasa tanam-menanam diterjemahkan sebagai proses dalam menebar benih untuk menemukan bibit unggul yang siap diolah – digarap. Ini merupakan proses yang spesial, urgensi menujunya perlu ada perlakuan khusus dalam penyiapan sampai pada penyemaian benih-benihnya. Sehingga ndhedher itu adalah awal dari segala sesuatu tentang pertumbuhan.

Segala hal dalam kehidupan adalah benih, kemudian aktifitas kehidupannya adalah ndheder benih. Dimana ia disebar ia akan menjadi bibit siap tumbuh. Menjadi Lebih indah jika benih ini diperlakukan secara spesial. Spesial bukan berarti eksklusif bahkan ia cenderung lebih inklusif. Dimana benih bisa saja menerima banyak faktor eksternal untuk menunjang kebutuhanya dalam tumbuh.

Perumpamaan pada fase kehidupan manusia, proses ndhedher cukup analogis serta filosofis. Fase demi fase proses tumbuh yang dialami begitu identik dengan proses kehidupan manusia. Filosofi dari awal manusia dari setetes mani merupakan proses ndhedher juga.

Benih padi tidak akan tumbuh baik jika disemai diatas media pasir. Pohon kaktus tidak tumbuh dengan baik jika suplai air terlalu banyak.  Mereka tidak bisa diperlakukan sama, meskipun pada dasarnya semua benih itu baik, karena Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan setumbuh-tumbuhnya,” (QS. Nuh : 17). Ndhedher akan lebih sempurna lagi jika benih yang disemai itu adalah benih benih yang baik, benih kautaman. Karena jika benih yang disiapkan merupakan benih keutamaan, maka yang tumbuh adalah tumbuhan yang baik, sehingga berujung pada hal-hal baik pada masa depan yang akan datang.

Ndhedher kautaman bisa disemai pada segala ruang dan waktu. Ruang dan waktu itu adalah kebun-kebun yang ada. Setelah proses ndhedher, nandhur hingga merawat terdapat ajaran untuk tidak hanya fokus pada hasil. Karena ndhedher kautaman akan memberikan hasil yang berbeda-beda, tidak bisa dipukul rata. Dalam hitungan kedipan mata hasil ndhedher ada yang langsung bisa dilihat, namun ada juga hasil baru bisa dilihat pada hitungan hari, minggu, bulan, tahun bahkan puluhan tahun kemudian. Tidak semua hasil ndhedher hadir dalam bentuk yang sama. Kemudian kebermanfaatannya bisa dalam wujud buah, daun, batang, ranting bahkan dengan akarnya. Tidak bijak jika pohon jati harus berbuah mangga. Jika disepakati ndhedher kautaman adalah proses urgen untuk masa depan, maka tidak ada yang boleh lelah atau bahkan berhenti ndhedher. (SF)

Tulisan terkait