Menu Close

Ndhedher Kautaman

0Shares

Dalam khazanah Jawa, ada istilah ndhedher. Ndhedher dilihat dalam sudut pandang pertanian dapat diartikan sebagai proses menebar benih untuk menemukan bibit yang unggul, sehingga siap digarap untuk proses pertumbuhan selanjutnya. Proses ini merupakan salah satu kunci pembuka atas segala sesuatu tentang pertumbuhan.

Kehidupan ini pun ibarat proses pertumbuhan. Maka apa yang ada di dalamnya dapat diibaratkan sebagai benih. Sementara aktivitas kehidupannya sendiri dapat disebut sebagai ndhedher winih. Setiap ndhedher terjadi, berarti ada benih yang tumbuh dan terus berproses. Apa yang menarik di sini? Jika proses ndhedher ini dilakukan dengan cara yang spesial, maka akan tumbuh benih-benih yang super.

Ketika ndhedher diperlukan media yang tepat. Masing-masing benih perlu perlakuan yang berbeda. Meski demikian, pada dasarnya tidak ada yang salah dengan benih, karena semua baik dan berasal dari Allah. Dan dari semua benih itu, ada satu benih yang paling baik yaitu keutamaan. Jika yang disemai adalah hal-hal yang utama, maka akan tumbuhlah sebuah pohon keutamaan pula.

Ndhedher Kautaman adalah sebuah narasi yang penting untuk kembali ditawarkan kepada manusia zaman now yang sudah kehilangan harga diri dan ukuran fitrah atas kehidupannya. Dengan semangat untuk selalu ndhedher kautaman, maka kita akan terbelenggu oleh sesuatu yang bersifat penggalan dan menunggu hasil akhir. Dengan ndhedher kautaman kita lebih menikmati setiap proses yang ada karena benih yang kita semai adalah tentang keutamaan hidup.

Cak Nun adalah salah satu manusia otentik zaman ini yang bisa kita teladani dalam hal ndhedher kautaman itu. Kita bisa belajar bagaimana beliau mengembarai ruang dan waktu demi mengajak manusia untuk memahami keutamaan hidup di saat kebanyakan manusia berlomba-lomba mengejar materi. Beliau mengajak kita semua untuk menikmati setiap proses dan kenyataan yang ditakdirkan-Nya sebagai sebuah energi untuk bersyukur dan berkarya tanpa henti. Dalam berkarya, yang utama adalah memberikan pelayanan terbaik, bukan mengejar hasil akhir yang seringnya berupa pencapaian materi dan hal-hal yang selain-Nya.

Beliau membuka mata kita semua bagaimana ndhedher kautaman itu adalah sebuah jalan sunyi bagaimana kita mengembarai ruang dan waktu dalam satu fokus utama, yaitu Allah. Kita berbuat apa pun atas dasar cinta kepada yang Maha dari segala Maha. Sehingga setiap langkah yang kita jalani, setiap detik yang kita alami, semua berada dalam koridor kautaman yang selalu kita perjuangkan. Dari itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesadaran ini agar kehidupan yang masih tersisa bagi kita tidak sia-sia karena tidak adanya keutamaan.

Tulisan terkait