Menu Close

3 Tahun Suluk Surakartan : Menebar Cahaya Kebahagiaan

0Shares

Bulan (Mei 2019) ini Majelis Masyarakat Maiyah Suluk Surakartan memasuki edisi ke-40, sekaligus menapaki usia 3 tahun. Tidak ada ungkapan yang lebih indah selain Alhamdulillah. Bersyukur dan mensyukurinya.

Ibarat manusia, ia masih balita. Dan sedang lucu-lucunya. Karena masih kecil dan unyu, ia masih butuh diemong, dibimbing, digendhong, diajari, dididik, agar terus tumbuh dan berkembang. 3 tahun adalah masa tahapan golden age. Artinya ia cepat sekali menerima informasi yang ia dapat dengan optimal, sesuai pesatnya jumlah neuron (sel-sel saraf) yang semakin bertambah.

Keseimbangan tubuh ‘anak’ usia 3 tahun juga telah baik. Panca Indra-nya pun mulai aktif berfungsi. Bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Ia juga sudah pandai bertanya. Ini apa? Itu siapa? Sudah wasis bicaranya. Membuat orang-orang disekelilingnya terhibur olehnya. Selain itu Ia mulai mengenali banyak orang. Sudah paham mana ayah, mana ibu, mana kakak-adik, om-tante, pakde, bude, embah, berikut teman-teman sepermainan-nya.

Maka harapan untuk ‘si kecil’ yang mancik usia 3 tahun tidaklah muluk. Tidak agung, tidak lebay, dan tidak yang ja-yus-ja-yus. Semoga “Anak Maiyah” (Istilah saya sendiri) bernama Suluk Surakartan tumbuh menjadi anak yang pintar. Mungkin tidak harus sepintar Einstein, sebab yang paling penting adalah pintar merasa, bukan merasa pintar. Berdaulat atas dirinya sendiri.

Semoga pula SS istiqomah menjadi pawon. Tempat yang nyaman untuk meracik, meng-nggodhog, mengolah segala macam ‘bahan masakan’, untuk kemudian disajikan kepada para jamaah berupa hidangan (Al Maidah) lezat nan menyehatkan. Ilmu, kemesraan, presisi berfikir, kepekaan rasa, ketepatan sikap, persaudaraan, silaturahmi ekonomi dll.

Serta harapan panjangnya, Suluk Surakartan kian matang, makin dewasa, setia menebar cahaya (Munir) kebahagiaan (Asad) bagi sekitar. Dan tak lupa untuk terus menerus memperjuangkan cita-cita awal, ndhedher kautaman.

Oh ya jangan lupa, tanggal 24 Mei (malam sabtu) nanti datang ke Majelis Suluk Surakartan. Melingkar bersama, sinau bareng  mas Sabrang.

Gemolong, 22 Mei 2019

Muhammadona Setiawan

Tulisan terkait