Menu Close

Keberkahan Wallpaper Mbah Nun

0Shares

Bulan lalu saya tuliskan di Banyumili soal robot ijo saya yang kecopetan di Stasiun Lempuyangan, yang kemudian saya taddaburi sebagai lelaku sunyi. Dan akhirnya sebulan penuh memang harus dijalani sebagai jalan sunyi, lebih banyak diam dirumah sembari bergelut dengan berbagai macam pemikiran.

Perjalanan tersebut kemudian ditutup dengan rangkaian lelaku menuju pagar wetanMataram. Gunung Lawu. Menemani anak-anak saya bergumul dengan alam, membersamainya sebagai bentuk tunduknya manusia pada Sang Khalik. Lalu diteruskan dengan jalan panjang menuju tanah pendekar, Tatar Pajampangan. tempat dimana seorang kyai muda mempersilahkan masuk ke “tanah yang dari awal memang harus menjadi rahmat untuk semua mahkluk”.

Ada berbagai peristiwa dan catatan yang membekas pada diri pribadi. Namun waktu jua yang harus mengembalikan kami pada haluan masing-masing. Saya pribadi berharap perjalanan Jampang – Jogja menjadi cepat, supaya bisa mengejar Ndedher kautamandi Pamedan Mangkunegaran.

Namun ternyata Allah berkata lain, perjalanan diawal 16 jam molor menjadi 18-19jam. Beberapa jam sebelum sampai Jogja inilah cerita yang membuat saya pribadi takjub dimulai.

Telfon handphone saya berdering, seseorang menghubungi. Terkejut saya, ternyata seseorang inilah yang merawati robot ijo saya yang terjatuh, di Stasiun Lempuyangan. Handphone yang semula saya kira dicopet, ternyata jatuh.

Dia menceritakan kronologi singkat, dan terkonfirmasi benar karena waktu itu saya memang terburu-buru mengejar kereta. Dalam hati kecil saya ini sangat aneh kok bisa barang hilang 1 bulan dan dikembalikan.

Lanjut dia bercerita, dia tidak berani otak atik ini robot ijo, hanya karena ada wallpaper Mbah Nun di display depan. Jadi cuman dicharge, lalu dimatiin lagi. Disimpan di lemari. Sampai kemarin mencoba memindahkan SIM Card ke hape lain, disitulah dia menemukan kontak saya. Dan tentu bisa ditebak, bapak ini jamaah maiyah juga, terbukalah pula obrolan soal mbah Nun ketika saya bertanya soal diketemukan dan akan dikembalikannya robot ijo ini. Beliau sering datang di Mocopat Syafaat.

Yang menjadi interest lagi buat saya bapak ini pekerjaannya tukang ojek pangkalan, yang gajinya tidak seberapa.  Yang kalau mau jahat, robot ijo ini dijual per-part pun juga masih laku, dan bisa menghasilkan pundi material untuk keluarga kecilnya.

Namun tidak demikian fakta yang saya temukan, Bapak ini memilih menjalani hidup yang sangat mulia, tampak jelas nilai maiyah kongkrit dia jalani. Wira-wiri Kulonprogo-lempuyangan dia lakoni, dengan ketidak jelasan pendapatan dia memilih tidak mencuri hak milik orang lain. Tidak mau menafkahi anak dan istrinya dengan uang hasil temuan atau curian. Meskipun jelas ada kesempatan di depan matanya, meskipun uang hasil barang temuan itu hasilnya secara kasat jauh lebih besar daripada tondho tresno yang saya berikan padanya.

Semakin takjub saya tanpa bermaksud mengkultuskan, memang harus saya akui sedemikian besar energi Mbah Nun dan Maiyah bisa menjadi lantaran mengubah pokalmanusia. Tentunya ini juga soal hidayah Tuhan yang dipendarkan di setiap hati jalma yang terkena gelombang-Nya. Yang pada kasus ini maiyah-lah lantaran gelombang itu.

Di ujung perjalanan mencapai Jogja yang sudah sangat telat, tidak mungkin untuk berjumpa mbah Nun di Suluk Surakartan, saya justru dipertemukan dengan peristiwa minor di trend global yang semakin material dan rakus. Sebuah materi baru lagi di Universitas Maiyah, bahwa analisis logika memang bukanlah segalanya, ada berbagai macam kemungkinan, dengan berbagai metode yang sangat luas diluar sana, yang manusia modern membatasinya. Batas inilah yang kerap tidak dianggap ada, Keikutsertaan Tuhan dalam memutuskan berbagai laku sang Jalma.

Di akhir saya berdoa semoga Sang Khalik memperhitungkan nasib bapak ini baik didunia maupun di akhirat, karena manusia yang berani mengambil laku seperti beliau tidak banyak.

Rahayu…

Terimakasih sangat buat Gusti, Mbah Nun, dan juga Pak Seto, Ojek Pangkalan Stasiun Lempuyangan.

Yogyakarta, 23 Desember 2017.

Indra Agusta

Tulisan terkait