Menu Close

Guyup Rukun Untuk 2 Tahun Suluk Surakartan

0Shares

Alhamdulillahi Robbil ‘alamin, berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada bulan Mei 2018 ini merupakan momentum yang spesial bagi Majelis Masyarakat Maiyah Suluk Surakartan. Di bulan ini, forum Maiyah Suluk Surakartan terbentuk dan sudah berlangsung selama 2 tahun. Bukan perjalanan yang mudah dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun. Tentunya sangat membutuhkan perjuangan dan kerja sama antara penggiat maupun JM Suluk Surakartan sendiri.

Begitu juga bagi saya sendiri, tentu juga bukan perjalanan yang mudah untuk selalu istiqomah dalam mempersiapkan semuanya, seperti mempersiapkan mukadimah dan berita reportasenya untuk dipersembahkan bagi JM lainnya. Belum lagi membuat poster (pamflet), menyiapkan sound system, peralatan dan lain sebagainya. Mungkin bagi saya sendiri dan penggiat lainnya tidak mungkin kalau hanya mengandalkan kemampuan seseorang saja, semua harus membutuhkan guyup rukun dan kerja sama antara penggiat dengan yang lainnya untuk menyiapkan semuanya.

Semua jamaah ataupun penggiat saling bantu-membantu mempersiapkan semuanya di forum Maiyahan, tidak ada perintah dari salah satu seseorang atau yang lainnya, semua dilakukan atas dasar keikhlasan kita membantu menyiapkan peralatan dan lain-lainya. Kerja sama yang mereka lakukan memang begitu terlihat sekali, dari sesudah ba’da Ashar hingga acara berlangsung hingga acara berakhir. Tentunya niat keikhlasan kita juga selalu menghadirkan Allah dan Rasulullah Saw di dalam hati kita masing-masing, atas keikhlasan niat baik kita, sudah pasti Allah akan menolong kita. Dengan niat keihklasan kepada Allah kita semua, yang tadinya terasa berat melakukan suatu hal, Insya Allah semua akan menjadi ringan. Meski kerjaan yang tadinya terasa berat tentu akan berubah menjadi senang.

Yang saya lihat di forum Suluk Surakartan semua yang mereka lakukan juga karena niat ikhlasnya masing-masing, tidak ada paksaan sama sekali. guyup rukun mereka selalu hadir di saat forum tersebut akan di mulai. Mereka semua bertauhid, manunggal, nyawiji dalam rasa cinta kepada Allah dan berhimpun menjadi Al-Mutahabina Fillah, hamba yang saling mencintai karena Allah. Padahal dahulunya mereka juga domisilinya berbeda-beda tempat, ada yang di Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali dan Surakarta sendiri.

Buktinya hanya acara internal saja pada awal bulan Mei kemarin saya bersilaturahmi ke rumah Suluk Surakartan, para penggiat ataupun jamaah Maiyah juga langsung akrab, seperti layaknya saudara yang sudah bertahun-tahun. Setiap Simpul ataupun lingkar Maiyah punya keistimewaan sendiri, yang pasti mereka semua untuk mempersaudarakan jamaah satu dengan yang lainnya. Tidak untuk berdebat dengan antar jamaah, namun kita semua diajak Sinau Bareng.

Suluk Surakartan di minggu terakhir setiap bulannya mereka berkumpul dan bekerja sama seperti halnya yang sudah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnnya yang sudah terbentuk 2 tahun yang lalu. Setelah selesai acara mereka semua juga membersihkan semua dan mengembalikan lagi ke tempatnya seperti sedia kala sebelum acara berlangsung. Peristiwa dan kejadian seperti halnya tadi memang murni, keikhlasan mereka hanya dipersembahkan untuk JM yang hadir, tidak untuk unjuk gigi satu sama yang lainnya.

Di bulan Mei tanggal 25 ini di forum Maiyah Suluk Surakartan menginjak umurnya yang ke 2 tahun. Seakan-akan kita di harapkan memberikan kado atau bingkisan pada setiap orang yang baru merayakan hari ulang tahunnya, tetapi pada momentum yang spesial ini malah sebaliknya, bukannya kita memberi kado tapi kita malah diberi kado berupa ilmu-ilmu yang tentunya akan kita peroleh setiap hadir di Majelis Masyarakat Maiyah Suluk Surakartan berlangsung. Tidak hanya satu kali, dua kali, atau tiga kali ikut menimba ilmu di forum tersebut, tentunya sudah berkali-kali setiap hadir kita selalu mendapatkan ilmu yang belum tentu kita dapatkan di forum-forum Majelis lainnya.

Apalagi narasumber di forum ini juga tidak selalu menghadirkan orang yang tidak kita duga-duga. Memang Mbah Nun tidak selalu hadir di forum tersebut, tetapi di forum tersebut selalu senantiasa menghadirkannya. Kadang setiap Mbah Nun hadir di sana bukan semata-mata karena dihadirkan oleh para penggiat, melainkan kerinduan Mbah Nun sendiri untuk untuk hadir dan bertemu para kekasih Allah yang berada di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Semoga para jamaah dan penggiat jangan hanya menggunakan forum ini untuk menimba ilmu saja, namun jalinlah selalu persaudaraan Maiyah ini sampai kapanpun. Dan semoga setelah menempuh perjalanan selama 2 tahun tetap selalu istiqomah dalam menjalankan perannya masing-masing dan guyup rukun di forum Suluk Surakartan ini selalu terjaga di bulan, tahun berikutnya. Amin amin yarobal alamin.

Jepara, 25 Mei 2018
Galih Indra Pratama

Tulisan terkait